July 10th, 2008

Virus adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh admin jaringan yang menggunakan sistem operasi windows, baik untuk server ataupun klien-klien. Penyebaran virus yang begitu cepat di kalangan kantor-kantor akibat dari pertukaran data baik dari sharing folder ataupun melalui media seperti USB flash drive (flash disk), cukup meresahkan sang admin, dimana rekan-rekan nya mengeluh padanya akibat permasalahan virus ini. Berbagai langkah pun dilakukan oleh sang admin, bisa dengan menginstall antivirus di komputer rekannya itu, mengupdate antivirus yang terinstall di komputer rekannya itu, ataupun mencopot harddisk komputer (laptop) rekannya itu untuk ia scan di komputer lain yang sudah terinstall antivirus terupdate. Anti virus X hanya bisa mendetek, tapi tidak bisa melakukan cleaning, antivirus Y bisa mendeteksi virus, tapi data asli yang diubah menjadi virus dihapus (delete) olehnya, akibatnya datanya menjadi hilang. Jika data tersebut merupakan data yang penting, si rekan tidak terima karena datanya hilang, si admin tidak mau disalahkan juga, dan semua menjadi kesal. Permasalahan tersebut tidak seharusnya terjadi, apabila si admin menerapkan beberapa langkah sbb:
- Jadikan satu komputer sebagai “Antivirus Update Server” , komputer ini terinstall antivirus yang selalu terupdate. Selain itu, komputer ini juga terinstall aplikasi Antivirus untuk server, semacam McAfee Pilot, ataupun AVG versi server. Komputer ini juga melayani penyebaran update ke klien-klien. Lebih mudah lagi, komputer ini adalah Domain Controller, sementara klien-klien nya telah join domain dengan komputer ini, sehingga tidak hanya update, bahkan instalasi antivirus dari server ke klien pun bisa dilakukan, tanpa disadari klien. Dari komputer ini juga bisa dimonitor mana klien yang belum dan yang sudah melakukan update.
- Pastikan admin telah “menjamah” setiap komputer (ataupun laptop) baru yang masuk ke dalam jaringannya, baik komputer tersebut milik kantor, ataupun milik pribadi. Pastikan admin telah mengecek apakah terdapat antivirus atau tidak, terupdate ataupun tidak, dan yang paling penting adalah install antivirus yang sesuai dengan server kita, sehingga updatenya mudah.
- Pastikan antivirus di klien menjalankan autoupdate. Sehebat apapun antivirus, jika tidak pernah di update ya sama saja bohong. Namun fasilitas autoupdate ini juga bisa menjadi bumerang bagi si admin karena koneksi internet yang melambat dan bandwidth habis karena semua klien mengupdate antivirus secara bersamaan. Supaya lalulintas internet tidak disibukkan dengan autoupdate antivirus klien, bisa dibuat supaya si klien mengambil update dari server lokal. Nah aplikasi seperti point pertama diatas adalah solusinya.
- Jika tidak ada aplikasi antivirus versi server, dan terpaksa masing-masing klien harus update langsung melalui internet, maka yang perlu diperhatikan adalah waktu updatenya. Pilihlah waktu ketika koneksi sedang idle, seperti ketika pagi hari, jam 9 sampai jam 10 mungkin masih idle jika dibandingkan dengan jam selanjutnya.
Pada intinya semua tergantung dari admin jaringan, apakah dia bisa memberikan trust ke rekan-rekan kantornya atau tidak. Percayalah, rekan-rekan kantor hanya tahu memakai saja, tanpa mau tahu permasalahan yang sifatnya teknis, kecuali beberapa gelintir orang. Yang mereka inginkan adalah komputer (laptop) nya tidak lelet, koneksi internet cepat, dan bebas virus. Jika rekan-rekan telah percaya pada si admin, mereka akan mendengar apa yang admin ucapkan
.
*gambar ilustrasi diambil dari computerport.us
Posted in on the Job, virus | 19 Comments »